Hampir dua pekan perhitungan hasil pemilu legislatif melalui IT dilakukan oleh tim dari KPU. Entah kendala apa yang dihadapi oleh KPU di lapangan, tapi yang jelas tabulasi hasil perhitungan melalui IT dirasa banyak orang sangat lambat. Bayangkan, sudah 12 hari seperti yang dijanjikan KPU bahwa hasil perhitungan sudah kelas. Kenyataannya, baru sekitar 10% saja yang dapat disajikan di tabulasi nasional. Ini tentunya sangat mengecewakan banyak pihak. Apa sih kurangnya para pakar IT yang direkrut oleh KPU????
Menurut hemat saya, ini adalah langkah mundur dari Pemilu 2004 dalam hal kecepatan perhitungan suara nasional. Di tahun 2004, di hari yang ke 10 saja sudah 80% suara yang dapat disajikan. Tapi sekarang..??? Kenapa…? Kenapa…???? Kenapa….??? Ini adalah tanggung jawab moral ketua KPU..!!!!!!!!!!!! Apakah KPU tidak belajar dari Pemilu 2004. Belum lagi masalah DPT yang amuradul.
Menurut bincang-bincang para politikus kelas kampung, persiapan Pemilu 2009 ini terkesan kurang persiapan. Coba bayangkan, di tingkat RT DPS diberikan seminggu sebelum Pemilu berlangsung. Nah, makanya KPU tidak sempat bikin DPT yang valid karena sudah tidak sempat lagi merevisi DPT….Wah pokoknya kacau banget deh…..
Nah ini tugas KPU yang akan menggelar Pilpres bulan depan. Kalau masih seperti ini keadaannya, maka saya menyarankan ndak usah pakai KPU saja. Rakyat cukup tunjuk jari siapa yang mau milih Pak SBY, Mega atau yang lainnya. Pasti akan lebih seru…. Dari sabang sampai Merauke rakyat tunjuk jari…Horreeeeeeeeeee……..
hahaha…
kalau semuanya menundjuk spt foto itu jelas bikin klepek-klepek dong pak.
Bisa saja U jadi presiden, tapi presiden di Republik Mimpi Gus…..